Tangerang Selatan -Tujuan utama pembangunan adalah menciptakan masyarakat yang sejahtera dan mandiri. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit program pembangunan justru bersifat charity—seperti bantuan langsung tunai (BLT) dan banyak lagi program sejenisnya. Meski dimaksudkan sebagai solusi sementara, banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa program semacam ini menumbuhkan pola pikir konsumtif dan pasif, alih-alih membentuk siap ketergantungan dan kemiskinan.
Tujuan utama pembangunan adalah menciptakan masyarakat yang sejahtera dan mandiri. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit program pembangunan justru bersifat charity—seperti bantuan langsung tunai (BLT) dan banyak lagi program sejenisnya. Meski dimaksudkan sebagai solusi sementara, banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa program semacam ini menumbuhkan pola pikir konsumtif dan pasif, alih-alih membentuk siap ketergantungan dan kemiskinan.
Tujuan utama pembangunan adalah menciptakan masyarakat yang sejahtera dan mandiri. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit program pembangunan justru bersifat charity—seperti bantuan langsung tunai (BLT) dan banyak lagi program sejenisnya. Meski dimaksudkan sebagai solusi sementara, banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa program semacam ini menumbuhkan pola pikir konsumtif dan pasif, alih-alih membentuk siap ketergantungan dan kemiskinan.
Tujuan utama pembangunan adalah menciptakan masyarakat yang sejahtera dan mandiri. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit program pembangunan justru bersifat charity—seperti bantuan langsung tunai (BLT) dan banyak lagi program sejenisnya. Meski dimaksudkan sebagai solusi sementara, banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa program semacam ini menumbuhkan pola pikir konsumtif dan pasif, alih-alih membentuk siap ketergantungan dan kemiskinan.
Sudah saatnya arah pembangunan dan pemberdayaan kita difokuskan pada penciptaan sistem sosial yang kuat, bukan sekadar menambal kekurangan jangka pendek. Jika yang dibangun adalah ketergantungan, maka program yang tampak mulia pun akan gagal mencapai tujuan hakikinya: membebaskan masyarakat dari ketidakberdayaan, menuju kehidupan yang lebih bermartabat. Esensi pemberdayaan adalah membantu masyarakat untuk berkembang sesuai potensi, kebutuhan, dan budaya masyarakat lokal. (AWS.005-25).